Vibe Coding: Cara Bikin Aplikasi Web Pertama Pakai AI dari Nol
· 3 menit baca
Punya ide aplikasi tapi mundur karena merasa harus belajar coding berbulan-bulan? Dengan vibe coding, kamu menjelaskan aplikasi yang diinginkan dengan bahasa sehari-hari, lalu AI yang menulis kodenya. Tugasmu bergeser dari mengetik kode menjadi mengarahkan, mengecek hasil, dan memperbaiki lewat instruksi.
Artikel ini membahas alur membuat aplikasi web pertama dengan pendekatan vibe coding, dari ide sampai bisa diakses publik.
Apa itu vibe coding?
Istilah vibe coding dipopulerkan oleh Andrej Karpathy pada awal 2025 untuk menggambarkan cara membuat software dengan cara mendeskripsikan keinginan ke AI dan membiarkan AI menulis sebagian besar kodenya. Pendekatan ini cocok untuk prototipe, aplikasi internal, dan produk kecil, terutama bagi orang yang paham masalah bisnisnya tapi belum fasih coding.
Tools yang dipakai
- Lovable: AI app builder untuk membuat tampilan dan aplikasi web dari prompt. Cocok untuk membangun UI awal dengan cepat.
- Supabase: backend siap pakai berbasis PostgreSQL, lengkap dengan autentikasi dan penyimpanan file.
- Trae: code editor dengan AI terintegrasi, dipakai untuk melanjutkan dan merapikan kode di luar Lovable.
- MCP (Model Context Protocol): protokol terbuka yang memungkinkan AI di editor terhubung langsung ke tools lain, misalnya membaca struktur database Supabase.
- Cloudflare Pages: tempat hosting supaya aplikasi bisa diakses dari internet.
Alur membangun aplikasi
1. Tulis spesifikasi sederhana
Sebelum membuka tools apa pun, tulis dulu apa yang dibutuhkan. Contoh untuk aplikasi kasir (POS) sederhana: siapa penggunanya, halaman apa saja (login, daftar produk, transaksi, laporan), dan data apa yang disimpan (produk, transaksi, item transaksi). Spesifikasi yang jelas membuat AI jauh lebih tepat sasaran.
2. Bangun tampilan di Lovable
Berikan prompt per halaman, bukan sekaligus semuanya. Contoh:
Buat halaman kasir untuk aplikasi POS. Di kiri ada daftar produk
dengan kolom pencarian dan kartu produk (nama, harga, stok). Di kanan
ada keranjang berisi item, jumlah, subtotal, dan tombol "Bayar".
Tampilan bersih, mudah dipakai di tablet.
3. Hubungkan ke Supabase
Buat tabel di Supabase sesuai spesifikasi, aktifkan autentikasi, lalu sambungkan aplikasi. Jangan lewatkan Row Level Security (RLS): aturan ini menentukan siapa boleh membaca dan mengubah data. Tanpa RLS yang benar, data bisa diakses orang yang tidak berhak.
4. Lanjutkan alur di editor AI
Untuk logika yang lebih rumit, seperti mengurangi stok setelah transaksi atau membuat laporan harian, lanjutkan di editor seperti Trae. Dengan MCP Supabase, AI di editor bisa melihat struktur tabel langsung, sehingga kode yang ditulis sesuai dengan database yang ada.
5. Deploy ke Cloudflare Pages
Setelah aplikasi berjalan di komputer sendiri, deploy ke Cloudflare Pages agar bisa diakses dari mana saja. Simpan kunci rahasia di pengaturan environment, bukan di dalam kode.
Kebiasaan yang membuat vibe coding berhasil
- Minta perubahan kecil satu per satu, lalu cek hasilnya sebelum lanjut.
- Saat ada error, salin pesan error lengkap ke AI, jangan hanya bilang "tidak jalan".
- Simpan versi kode dengan Git, supaya bisa kembali kalau perubahan terakhir merusak sesuatu.
- Tetap pahami garis besar kode yang dihasilkan, terutama bagian login, izin akses, dan pembayaran.
Belajar dengan studi kasus lengkap
Kelas Bikin Aplikasi Dari 0 Pakai AI mempraktikkan seluruh alur ini dengan studi kasus aplikasi web POS: prompt pembuatan UI di Lovable, prompt pembuatan flow di Trae, konfigurasi MCP Supabase, sampai deploy ke Cloudflare Pages, lengkap dengan source code aplikasinya.